SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Pada tulisan berikut ini saya mencoba untuk membagi mengenai Sistem Informasi Manajemen (SIM) dengan beberapa topik di dalamnya dari yang sudah saya baca dari berbagai sumber dan yang sudah diajarkan oleh dosen di kampus, semoga bermanfaat :
I. PENGERTIAN SIM
Sebelum arti keseluruhan coba kita definisikan terlebih dahulu kata per kata :
Sistem merupakan kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama
lain yang membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan.
Informasi adalah hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap
elemen sistem tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan
pengetahuan yang relevan yang dibutuhkan oleh orang untuk menambah
pemahamannya terhadap fakta-fakta yang ada.
Manajemen terdiri dari proses atau kegiatan yang dilakukan oleh
pengelola perusahaan seperti merencanakan (menetapkan strategi, tujuan
dan arah tindakan), mengorganisasikan, memprakarsai, mengkoordinir dan
mengendalikan operasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari definisi-definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa SIM
adalah suatu sistem yang dirancang untuk menyediakan informasi guna
mendukung pengambilan keputusan pada kegiatan manajemen dalam suatu
organisasi.
Adapun tujuan dari SIM itu sendiri yaitu :
- Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga
pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
- Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
- Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Penerapan SIM dalam berbagai bidang :
SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:
- Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.
- Sistem informasi pemasaran (marketing information systems),
menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan,
kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain
sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
- Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
- Sistem informasi personalia (personal information systems).
- Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
- Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).
- Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
- Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).
- Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).
- Sistem informasi analisis software
- Sistem informasi teknik (engineering information systems).
O’BRIEN
Sistem Informasi Manajemen (SIM) menurut O’Brien (2002) dikatakan
bahwa SIM adalah suatu sistem terpadu yang menyediakan informasi untuk
mendukung kegiatan operasional, manajemen dan fungsi pengambilan
keputusan dari suatu organisasi.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa sebuah sistem informasi melakukan
pemrosesan data dan kemudian mengubahnya menjadi informasi. Menurut
O’brien (2002) SIM merupakan kombinasi yang teratur antara people,
hardware, software, communication network dan data resources (kelima
unsur ini disebut komponen sistem informasi) yang mengumpulkan, merubah
dan menyebarkan informasi dalam organisasi seperti pada Gambar 1.
Adapun peranan dan fungsi utama dari sistem informasi adalah:
1. Mendukung Operasi Bisnis
Mulai dari akuntansi sampai dengan penelusuran pesanan pelanggan,
sistem informasi menyediakan dukungan bagi manajemen dalam
operasi/kegiatan bisnis sehari-hari. Ketika tanggapan/respon yang cepat
menjadi penting, maka kemampuan Sistem Informasi untuk dapat
mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi keberbagai fungsi bisnis
menjadi kritis/penting.
2. Mendukung Pengambilan Keputusan Managerial
Sistem informasi dapat mengkombinasikan informasi untuk membantu
manager menjalankan menjalankan bisnis dengan lebih baik, informasi yang
sama dapat membantu para manajer mengidentifikasikan kecenderungan dan
untuk mengevaluasi hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem Informasi
akan membantu para manajer membuat keputusan yang lebih baik, lebih
cepat, dan lebih bermakna.
3. Mendukung Keunggulan Strategis
Sistem informasi yang dirancang untuk membantu pencapaian sasaran
strategis perusahaan dapat men-ciptakan keunggulan bersaing di
pasar.
II. TOGAF
Merupakan singkatan dari The Open Group Architecture Framework (TOGAF) adalah sebuah framework
untuk arsitektur enterprise yang menyediakan sebuah pendekatan
komprehensif untuk mendesain, merencanakan, menerapkan dan mengelola
arsitektur informasi enterprise. TOGAF ini merupakan standar Open Group
yang telah terbukti digunakan oleh organisasi-organisasi terkemuka dunia
dalam meingkatkan efisensi bisnis. TOGAF juga telah menjadi standar
Enterprise Architecture yang paling terkemuka dan handal, standar yang
konsisten baik metode dan komunikasinya diantara para profesional
Enterprise Architecture.
Prinsip TOGAF ADM
- Prinsip Enterprise, Pengembangan arsitektur yang dilakukan diharapkan mendukung seluruh bagian organisasi, termasuk
unit-unit organisasi yang membutuhkan.
- Prinsip Teknologi Informasi (IT),Lebih mengarahkan konsistensi penggunaan TI pada seluruh bagian
organisasi, termasuk unit-unit organisasi yang akan menggunakan.
- Prinsip Arsitektur,Merancang arsitektur sistem berdasarkan kebutuhan proses bisnis dan bagaimana mengimplementasikannya.
Karakteristik TOGAF:
- Bersifat netral dan open-standard
- Fokus pada siklus implementasi (ADM) dan proses.
- Diterima oleh masyarakat internasional.
- Pendekatannya bersifat menyeluruh (holistic)
- Memiliki tools untuk perencanaan dan proses yang lengkap
III. CMM/CMMI
Sekilas tentang CMM merupakan mekanisme kualifikasi sebuah Software Development House
yang dapat memberikan gambaran tentang kemampuan perusahaan tersebut
dalam melakukan development software. Capability Maturity Model adalah
sebuah model yang dikembangkan oleh Software Engineering Institute atas
permintaan Departement of Defense(DOD) Amerika Serikat dengan tujuan
membuat ujian saringan masuk bagi kontraktor yang mendaftarkan diri
untuk menjadi konsultan.
Pengertian secara harfiah:
Capability, diartikan menjadi kapabilitas yang berarti
kemampuan yang bersifat laten. Capability lebih mengarah kepada
integritas daripada kapabilitas yang berarti itu sendiri.
Maturity, berarti matang atau dewasa. Matang merupakan hasil proses. Dewasa merupakan hasil pertumbuhan
Model, didefinisikan sebagai suatu penyederhanaan yang representatif terhadap keadaan di dunia nyata.
Secara keseluruhan pengertian CMM, yaitu:
CMM dapat didefinisikan sebagai sebuah penyederhanaan yang
representatif yang digunakan untuk mengukur tingkat kematangan sebuah
software development house dalam menyajikan/membuat/mengembangkan
perangkat lunak sebagaimana telah dijanjikan secara tertulis dalam
perjanjian kerjasama. Sehingga bisa dikatakan bahwa CMM adalah mengukur.
Nilai-nilai yang dilihat dalam pengukuran tersebut:
- Apa yang diukur (Parameter)
- Bagaimana cara mengukurnya (Metode)
- Bagaimana standar penilaiannya (Skala Penilaian)
- Bagaimana Interpretasinya (Bagi Manusia)

CMM memiliki 5 level yang terdiri dari Initial, repeatable, Defined, Managed, Optimized.
2. Capability Maturity Model Integration (CMMI)
Capability Maturity Model Integration (CMMI) merupakan suatu model
pendekatan dalam penilaian skala kematangan dan kemampuan sebuah
organisasi perangkat lunak. CMMI pada awalnya dikenal sebagai Capability
Maturity Model (CMM) yang dikembangkan oleh Software Enginnering
Institute di Pittsburgh pada tahun 1987. Namun perkembangan selanjutnya
CMM menjadi CMMI. CMMI mendukung proses penilaian secara bertingkat.
Penilaiannya tersebut berdasarkan kuisioner dan dikembangkan secara
khusus untuk perangkat lunak yang juga mendukung peningkatan proses.
Keuntungan CMMI
Beberapa keuntungan yang diperoleh saat perusahaan menerapkan CMMI:
- Penilaian studi kualitas (assessing) atas proses kematangan (maturity) terkini.
- Meningkatkan kualitas struktur organisasi dan pemrosesan dengan mengikuti pendekatan best-practice.
- Digunakan dalam proses uji-kinerja (benchmarking) dengan organisasi lainnya.
- Meningkatkan produktivitas dan menekan resiko proyek.
- Menekan resiko dalam pengembangan perangkat lunak.
- Meningkatkan kepuasan pelanggan.
- Mempunyai fitur-fitur yang bersifat institusional, yaitu komitmen,
kemampuan untuk melakukan sesuatu, analisis dan pengukuran serta
verifikasi implementasi.
- Tersedianya “Road Map” untuk peningkatan lebih lanjut.
IV. COBIT
COBIT adalah kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga
disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani
gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan
kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan
pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT
kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai
serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari
sisi penerapan IT.
Hingga saat ini sudah ada 5 versi COBIT yang sudah diterbitkan, versi
pertama diterbitkan pada tahun 1996, versi kedua tahun 1998, versi 3.0
di tahun 2000, Cobit 4.0 pada tahun 2005, CObit 4.1 tahun 2007 dan yang
terakhir ini adalah Cobit versi 5 yang belum lama diluncurkan.
COBIT secara praktis dijadikan suatu standar panduan untuk membantu
mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan TI,
sehingga dapat membantu memudahkan pengambilan keputusan dalam
organisasi.
Cobit memiliki 4 Cakupan Domain :
1. Perencanaan dan Organisasi (Plan and organise)
Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi
tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam
pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi
yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.
2. Pengadaan dan implementasi (Acquirw and implement)
Identifikasi solusi TI dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis untuk mewujudkan strategi TI.
3. Pengantaran dan dukungan (Deliver and Support)
Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan,
yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis
sampai dengan pengadaan training.
4. Pengawasan dan evaluasi (Monitor and Evaluate)
Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.
Lingkup kriteria informasi yang sering menjadi perhatian dalam COBIT adalah:
- Effectiveness : Menitikberatkan pada sejauh mana efektifitas
informasi dikelola dari data-data yang diproses oleh sistem informasi
yang dibangun.
- Efficiency : Menitikberatkan pada sejauh mana efisiensi investasi terhadap informasi yang diproses oleh sistem.
- Confidentiality : Menitikberatkan pada pengelolaan kerahasiaan informasi secara hierarkis.
- Integrity : Menitikberatkan pada integritas data/informasi dalam sistem.
- Availability : Menitikberatkan pada ketersediaan data/informasi dalam sistem informasi.
- Compliance : Menitikberatkan pada kesesuaian data/informasi dalam sistem informasi.
- Reliability : Menitikberatkan pada kemampuan/ketangguhan sistem informasi dalam pengelolaan data/informasi.
IT GOVERNANCE
IT Governance sebagai kumpulan kebijakan, proses/aktivitas dan
prosedur untuk mendukung pengoperasian TI agar hasilnya sejalan dengan
strategi bisnis (strategi organisasi). Ruang lingkup IT
Governance di perusahaan skala besar biasanya mencakup hal-hal yang
berkaitan dengan Change
Management, Problem Management, Release Management, Availability Management dan bahkan Service-Level
Management. IT Governance yang baik harus berkualitas,
well-defined dan bersifat “repeatable processes” yang terukur (metric).
IT Governance yang dikembangkan dalam suatu organisasi modern berfungsi
pula mendefinisikan (outline) kebijakan-kebijakan TI, pmenetapkan
prosedur penting IT Process, dokumentasi aktivitas TI, termasuk
membangun IT Plan yang efektif berdasarkan perubahan lingkungan
perusahaan dan perkembangan TI.
Tujuan IT Governance
- IT menjadi searah dengan perusahaan dan manfaat yang dijanjikan dapat terealisasi
- IT memungkinkan perusahaan memanfaatkan peluang dan memaksimalkan keuntungan
- Sumber daya IT digunakan secara bertanggung jawab
- IT berkaitan erat dengan resiko yang harus diatur dengan baik
- Menyelaraskan IT Resources yang sudah diinvestasikan
Pentingnya IT Governance
- Memberikan solusi IT dengan kualitas yang baik, tepat waktu, dan efisien
- Pemanfaatan IT memberikan pengembalian business value
- Pemanfaatan IT untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas ketika mengelola resiko
Ketidakefektifan IT Governance
- Kerugian bisnis, kerusakan reputasi atau posisi kompetitif yang menurun/lemah
- Batas waktu tidak tercapai, biaya lebih tinggi dibandingkan harapan yang diinginkan
- Efisiensi dan proses perusahaan memberi dampak negatif terhadap rendahnya kualitas penggunaan IT
- Kegagalan inisiatif IT dapat membawa inovasi dan manfaat yang dijanjikan
Referensi:
http://budi.staf.upi.edu/
http://tresnadivayani.blogspot.com/2013/06/pengertian-tujuan-dan-struktur-sistem.html
http://teknologibroadband.blogspot.com/2009/01/capability-maturity-model-integration.html
http://cio-indo.blogspot.com/2011/12/pengenalan-togaf.html
Slide presentasi kelas SIM Telkom University (Kode Dosen BLP/ Bapak)